Gowa,Mtrinews.id – Pemerintah Kabupaten Gowa, dalam hal ini dipimpin langsung Bupati Husniah Talentang, melakukan Gerakan Rehabilitasi dan Reboisasi Hutan, dengan menanam 10.000 pohon serentak di sembilan kecamatan dataran tinggi Kabupaten Gowa.
Kegiatan tersebut, dipusatkan di Pos 3 Gunung Bawakaraeng, Kecamatan Tinggimoncong.
“Gowa memiliki wilayah pegunungan yang sangat terkenal seperti Gunung Bawakaraeng, Lompo Battang yang juga sebagian di wilayah Gowa. Gunung besar ini harus kita pelihara bersama, kejadian bencana di Sumatera menjadi pelajaran penting bagi kita agar tidak terjadi hal serupa di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.
Untuk itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan penghijauan dari sekarang, bukan setelah bencana terjadi.
Ditekankan Bupati, langkah yang dilakukan melalui penanaman pohon dapat meminimalisir risiko bencana alam seperti banjir dan longsor yang berpotensi terjadi di wilayah Sulsel.
“Ayo sama-sama kita hijaukan gunung kita. Jangan menunggu bencana baru bertindak. Dengan penghijauan, kita bisa mencegah banjir, longsor dan krisis air di masa depan,” ajaknya.
Harapan lainnya, Husniah mengajak para aktivis lingkungan, pecinta alam, serta masyarakat luas untuk membersamai pemerintah dalam gerakan ini.
Pasalnya, terang dia, manfaatnya sangat besar dan akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Sulawesi Selatan.
“Kami mengimbau para pendaki gunung wajib membawa bibit tanaman untuk ditanam, sekaligus menjadi bagian dari edukasi kepada generasi muda tentang pentingnya pelestarian lingkungan,” Pungkasnya
Bupati perempuan pertama di pemerintahan Gowa itu, menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kementerian Kehutanan yang telah memfasilitasi penyediaan bibit pohon untuk ditanam di sembilan dataran tinggi di Kabupaten Gowa.
“Jika kita laksanakan bersama, saya yakin bukan hanya sumber daya alam yang terjaga, tetapi masa depan anak cucu kita juga ikut terlindungi,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa Azhari Azis, mengatakan kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari ASN, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, komunitas pecinta alam, hingga dunia usaha.
Dikatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memulihkan fungsi ekologis dan sosial lahan yang rusak, menjaga stabilitas tanah guna mencegah erosi, memperbaiki kualitas air, meningkatkan keanekaragaman hayati, menyerap karbon untuk mengurangi pemanasan global, serta memberikan manfaat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan sumber daya alam.
“Penanaman dilakukan di sembilan dataran tinggi dengan total 10 ribu pohon pada luas area sekitar 15 hektare,” sebutnya.
Turut hadir, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, Forkopimda Gowa, Pimpinan SKPD, Camat, masyarakat dan organisasi-organisasi se-Kabupaten Gowa.






